Sabtu, 03 Oktober 2026
Breaking News
inDrive Gelar Edukasi Keselamatan Berkendara untuk Mahasiswa di Bandung Antisipasi Transisi Cuaca, Bupati Bandung Instruksikan Camat Siaga dan Perkuat Mitigasi Bencana Hangtuah Jajaki Kabupaten Bandung Jadi Home Base IBL, Bawa Dampak Positif Bagi Atlet Basket dan UMKM Pegadaian Raih 10 Penghargaan di Ajang The Best Contact Center Indonesia 2026 Pegadaian dan BCA Digital Hadirkan Investasi Emas di Aplikasi blu Pegadaian Perluas Layanan Tabungan Emas ke Ekosistem Digital BCA Pegadaian Kanwil X Jawa Barat Raih Sertifikasi ISO 22301:2019 Resep Penyiar Radio Menjaga Kredibilitas di Udara, Menghibur Tanpa Kebobolan Etika Pegadaian Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Renovasi Masjid Jami’ Al-Istiqomah Sumedang Pegadaian Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Renovasi Masjid Jami’ Al-Istiqomah Sumedang inDrive Gelar Edukasi Keselamatan Berkendara untuk Mahasiswa di Bandung Antisipasi Transisi Cuaca, Bupati Bandung Instruksikan Camat Siaga dan Perkuat Mitigasi Bencana Hangtuah Jajaki Kabupaten Bandung Jadi Home Base IBL, Bawa Dampak Positif Bagi Atlet Basket dan UMKM Pegadaian Raih 10 Penghargaan di Ajang The Best Contact Center Indonesia 2026 Pegadaian dan BCA Digital Hadirkan Investasi Emas di Aplikasi blu Pegadaian Perluas Layanan Tabungan Emas ke Ekosistem Digital BCA Pegadaian Kanwil X Jawa Barat Raih Sertifikasi ISO 22301:2019 Resep Penyiar Radio Menjaga Kredibilitas di Udara, Menghibur Tanpa Kebobolan Etika Pegadaian Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Renovasi Masjid Jami’ Al-Istiqomah Sumedang Pegadaian Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Renovasi Masjid Jami’ Al-Istiqomah Sumedang
Daerah
Bandung Raya
Kesehatan
Penulis: Cep 2025-09-29 18:18:09

Banyak Korban Keracunan, Sejumlah Kalangan di Jawa Barat Desak Program MBG Dihentikan

Desakan evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menyeruak seiring dengan banyaknya pelajar yang mengalami keracunan di Jawa Barat.

Banyak Korban Keracunan, Sejumlah Kalangan di Jawa Barat Desak Program MBG Dihentikan

Dokumentasi pasien keracunan makanan menu MBG di Bandung Barat, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. Akibat banyak korban keracunan, sejumlah kalangan mendesak agar program MBG ini dihentikan. Foto: dok.trustjabar/

trustjabar.com – Desakan evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menyeruak seiring dengan banyaknya pelajar yang mengalami keracunan di Jawa Barat. Terbaru, setelah insiden keracunan MBG terjadi di Kabupaten Ciamis.

Baca Juga : Pernyataan Resmi Bupati Bandung Barat Cabut Status KLB Kasus Keracunan MBG

Desakan evaluasi program MBG di Jawa Barat diserukan Forum Orangtua Siswa (Fortuis) Jawa Barat dan Forum Aksi Guru Indonesia (FAGI). Ketua Fortuis Jawa Barat, Dwi Soebanto mengungkapkan kekhawatirannya mengenai program MBG ini jika belum ada evaluasi menyeluruh.

Dwi menegaskan, sejumlah kasus keracunan yang terjadi di wilayah Jawa Barat akibat program MBG ini perlu menjadi perhatian pemerintah provinsi. Ia berpandangan, pemerintah provinsi sebagai kepanjangan tangan kebijakan pemerintah pusat tidak bisa tinggal diam. Ia mendesak, agar penyebab kejadian keracunan menu MBG ini perlu diusut tuntas.

“Tentunya dengan banyaknya korban keracunan dalam pelaksanaan MBG ini menjadi kekhawatiran kami sebagai orang tua. Khawatir dengan keselamatan anak-anak kami,” tuturnya di Gedung Sate, Senin (29/9/2025).

Ia mengungkapkan, beberapa wilayah di Jawa Barat yang terjadi keracunan makanan menu MBG ini di antaranya Kabupaten Sumedang. Kemudian, di Bandung Barat, Sukabumi, Cianjur, Cimahi, hingga Cirebon.

Baca Juga : Ini Kata Labkesda Jabar Penyebab Keracunan MBG di Bandung Barat

“Dengan kondisi seperti ini, Gubernur Jawa Barat seharusnya bisa menghentikan program MBG ini karena banyak yang keracunan. Ini demi menjaga keselamatan siswa,” ungkapnya.

Sementara itu, keracunan makanan program MBG di Kabupaten Ciamis menyebabkan puluhan siswa di SMPN 4 Pamarican harus mendapatkan perawatan medis. Sejumlah siswa mengalami gejala keracunan setelah menyantap menu MBG.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa, pihak sekolah menghentikan pendistribusian makanan kepada anak didiknya. Seorang guru di SMPN 4 Pamarican, Abdul Aziz mengatakan, ada 400 porsi makanan MBG untuk sekolahnya.

“Tadi saya sempat tanya ke siswa, ayamnya bau. Sebagian siswa tidak menyantap ayam yang bau itu, ada yang makan sayurnya saja. Jadi tidak semua keracunan,” katanya. (ecp/trustjabar/R1)

Komentar

0 komentar untuk Banyak Korban Keracunan, Sejumlah Kalangan di Jawa Barat Desak Program MBG Dihentikan

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.
TrustJabar