Jumat, 02 Oktober 2026
Breaking News
Antisipasi Transisi Cuaca, Bupati Bandung Instruksikan Camat Siaga dan Perkuat Mitigasi Bencana Hangtuah Jajaki Kabupaten Bandung Jadi Home Base IBL, Bawa Dampak Positif Bagi Atlet Basket dan UMKM Pegadaian Raih 10 Penghargaan di Ajang The Best Contact Center Indonesia 2026 Pegadaian dan BCA Digital Hadirkan Investasi Emas di Aplikasi blu Pegadaian Perluas Layanan Tabungan Emas ke Ekosistem Digital BCA Pegadaian Kanwil X Jawa Barat Raih Sertifikasi ISO 22301:2019 Resep Penyiar Radio Menjaga Kredibilitas di Udara, Menghibur Tanpa Kebobolan Etika Pegadaian Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Renovasi Masjid Jami’ Al-Istiqomah Sumedang Pegadaian Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Renovasi Masjid Jami’ Al-Istiqomah Sumedang Polda Jabar Limpahkan Tersangka dan Barang Bukti Kasus Dugaan Penyekapan YTR ke Kejari Kabupaten Bandung Antisipasi Transisi Cuaca, Bupati Bandung Instruksikan Camat Siaga dan Perkuat Mitigasi Bencana Hangtuah Jajaki Kabupaten Bandung Jadi Home Base IBL, Bawa Dampak Positif Bagi Atlet Basket dan UMKM Pegadaian Raih 10 Penghargaan di Ajang The Best Contact Center Indonesia 2026 Pegadaian dan BCA Digital Hadirkan Investasi Emas di Aplikasi blu Pegadaian Perluas Layanan Tabungan Emas ke Ekosistem Digital BCA Pegadaian Kanwil X Jawa Barat Raih Sertifikasi ISO 22301:2019 Resep Penyiar Radio Menjaga Kredibilitas di Udara, Menghibur Tanpa Kebobolan Etika Pegadaian Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Renovasi Masjid Jami’ Al-Istiqomah Sumedang Pegadaian Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Renovasi Masjid Jami’ Al-Istiqomah Sumedang Polda Jabar Limpahkan Tersangka dan Barang Bukti Kasus Dugaan Penyekapan YTR ke Kejari Kabupaten Bandung
Bandung Raya
Daerah
Pendidikan
Penulis: Cep 2026-06-07 08:46:00

Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Siapkan Posko Pengaduan SPMB

Tujuan penyediaan posko pengaduan SPMB tersebut untuk menampung masyarakat yang mengajukan sanggahan selama penerimaan murid baru.

Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Siapkan Posko Pengaduan SPMB

Posko pengaduan SPMB 2026-2027 di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Foto: istimewa/

trustjabar.com – Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menyiapkan posko pengaduan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Posko pengaduan tersebut berlokasi di Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung di Komplek Pemkab Bandung.

Baca Juga : Pemkab Bandung Menjamin Pelaksanaan SPMB 2026 Terhindar Praktik Pungli

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, Asep Kusumah menjelaskan tujuan penyediaan posko pengaduan SPMB tersebut. Ia mengatakan, keberadaan posko ini menampung masyarakat yang mengajukan sanggahan SPMB. Ia menuturkan, setiap tahapan pelaksanaan SPMB ini tersedia masa sanggah selama tiga hari.

“Kami berharap, dengan penerapan sistem ini dapat meminimalkan angka anak putus sekolah di Kabupaten Bandung akibat kendala ekonomi. Ataupun karena tidak diterima di SMP negeri yang berada di wilayah tempat tinggalnya,” ucap Asep, belum lama ini.

Dalam kesempatan itu, Asep juga mengatakan, pihaknya meluncurkan skema baru SPMB Tahun Ajaran 2026-2027. Ia berharap, melalui skema ini, siswa yang berdomisili dekat dengan sekolah negeri memiliki peluang lebih besar untuk diterima. Kuota jalur domisili, lanjut Asep Kusumah, ditetapkan minimal 40 persen dari total daya tampung di setiap SMP negeri yang berada di wilayah domisili siswa.

“Simulasi pendaftaran sudah kami lakukan bersama siswa SD. Tujuannya untuk memetakan sekolah tujuan dan menyesuaikannya dengan kuota masing-masing SMP negeri,” ujar Asep.

Ia menjelaskan, pelaksanaan SPMB Tahun 2026 terbagi dua tahap. Tahap pertama meliputi jalur domisili dan afirmasi, sedangkan tahap kedua melalui jalur prestasi.

Terkait pengaduan masyarakat selama masa sanggahan ini, masyarakat yang memiliki bukti atau keberatan dapat mengajukan sanggahan di posko pengaduan tersebut.

Bupati Bandung Harap Tidak Ada Lagi Siswa Lulusan SD Putus Sekolah

Sementara itu, Bupati Bandung, Dadang Supriatna berharap, pada tahun 2026 tidak ada lagi siswa lulusan SD yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP.

“Saat ini Disdik Kabupaten Bandung telah melakukan berbagai upaya agar tidak ada lagi siswa lulus SD yang berhenti sekolah dengan alasan apapun. Baik karena alasan biaya, kondisi ekonomi, atau tidak diterima di sekolah negeri,” tuturnya.

Baca Juga : Pemkab Bandung Sudah Punya Perda Pesantren Namun Masih Gamang, Bupati Beberkan Alasannya

Lebih lanjut, Dadang Supriatna mengatakan Pemkab Bandung akan bekerja sama dengan Kementerian Agama dan Disdik Kabupaten Bandung melakukan pemetaan data siswa.

Selain melanjutkan ke SMP, siswa juga dapat melanjutkan pendidikan melalui jalur pesantren maupun Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang telah disiapkan. Hal itu untuk mendukung pendidikan berkelanjutan di Kabupaten Bandung.

Ia juga mendukung kebijakan SPMB 2026 yang menetapkan jalur domisili minimal 40 persen dari total kuota, jalur afirmasi maksimal 20 persen, serta jalur prestasi dari sisa kuota yang tersedia. (cep/trustjabar/R1)

Komentar

0 komentar untuk Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Siapkan Posko Pengaduan SPMB

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.
TrustJabar