Selasa, 04 Agustus 2026
Breaking News
Daftar Jadi Bakal Calon Ketua PWI Jawa Barat, Tantan Sulthon Berkomitmen Ini! Pegadaian Jabar dan MES Perkuat Sinergi Dorong Inklusi Keuangan Syariah dan UMKM Pegadaian Kanwil Jabar Salurkan 100 Paket Sembako untuk Lansia di Indramayu, Kenalkan Literasi Digital TRING! Lahan Seluas 7,6 Hektare Disiapkan Pemerintah Kabupaten Bandung Untuk Pembangunan Sekolah Rakyat Kuasa Hukum Kasus YTR di Bandung Minta JPU Perjuangkan Restitusi Korban Partai Golkar Jawa Barat Terus Perkuat Konsolidasi Hingga Akar Rumput HUT Ke-125, Pegadaian Jabar Gelar Khitanan Massal untuk 225 Anak Prasejahtera Tanggapi Respons Komnas Perempuan Soal Kasus YTR di Bandung, Pengacara Korban Minta Hak Restitusi dan Perlindungan Dijamin Jadi Urat Nadi Mobilitas, Warga Nikmati Jalan Beton di Cangkuang-Nagrak-Jatisari Warga Harap CFD di Kabupaten Bandung tak Sekadar Seremonial Daftar Jadi Bakal Calon Ketua PWI Jawa Barat, Tantan Sulthon Berkomitmen Ini! Pegadaian Jabar dan MES Perkuat Sinergi Dorong Inklusi Keuangan Syariah dan UMKM Pegadaian Kanwil Jabar Salurkan 100 Paket Sembako untuk Lansia di Indramayu, Kenalkan Literasi Digital TRING! Lahan Seluas 7,6 Hektare Disiapkan Pemerintah Kabupaten Bandung Untuk Pembangunan Sekolah Rakyat Kuasa Hukum Kasus YTR di Bandung Minta JPU Perjuangkan Restitusi Korban Partai Golkar Jawa Barat Terus Perkuat Konsolidasi Hingga Akar Rumput HUT Ke-125, Pegadaian Jabar Gelar Khitanan Massal untuk 225 Anak Prasejahtera Tanggapi Respons Komnas Perempuan Soal Kasus YTR di Bandung, Pengacara Korban Minta Hak Restitusi dan Perlindungan Dijamin Jadi Urat Nadi Mobilitas, Warga Nikmati Jalan Beton di Cangkuang-Nagrak-Jatisari Warga Harap CFD di Kabupaten Bandung tak Sekadar Seremonial
Bandung Raya
Daerah
Ekonomi
Penulis: Cep 2025-09-14 14:54:00

DPRD Bakal Terus Awasi dan Evaluasi Kinerja Pendamping Koperasi Merah Putih di Kabupaten Bandung

DPRD akan terus mengawasi kinerja pendamping Koperasi Merah Putih yang tersebar di desa-desa di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

DPRD Bakal Terus Awasi dan Evaluasi Kinerja Pendamping Koperasi Merah Putih di Kabupaten Bandung

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung, M. Hailuki menegaskan, DPRD bakal terus mengawasi dan mengevaluasi kinerja pendamping Koperasi Merah Putih di Kabupaten Bandung. Foto: ecp/trustjabar

trustjabar.com – DPRD akan terus mengawasi kinerja pendamping Koperasi Merah Putih (KMP) yang tersebar di desa-desa di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Hal itu agar prinsip pembentukan Koperasi Merah Putih tetap berada di koridor cita-cita pemerintah.

Baca Juga : Fraksi DPRD Kabupaten Bandung Usulkan Pembentukan Pansus Dalami Sengkarut Hukum PT BDS

Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung, M. Hailuki kepada trustjabar.com di Soreang, Minggu (14/92025). Hailuki tidak mengharapkan, rekrutmen pendamping KMP ini menjadi aji mumpung segelintir orang lantaran unsur kedekatan dengan stakeholder tertentu. Sehingga, proses rekrutmen yang seharusnya melahirkan pendamping koperasi yang profesional, tidak terwujud.

“Kita juga tidak mau jika pendamping Koperasi Merah Putih ini tidak memiliki keahlian manajemen. Mereka harus mampu menjalankan manajemen usaha secara profesional,” tuturnya.

Oleh karenanya, lanjut Hailuki, proses rekrutmen pendamping KMP untuk setiap desa ini harus berdasarkan prinsip meritokrasi. Hal itu untuk mencegah praktik koncoisme (aji mumpung, nepotisme) yang berdampak pada performa usaha.

Tugas Berat Menanti Pendamping Koperasi Merah Putih

Pentingnya pendamping KMP profesional ini, lanjut Hailuki, bukan tanpa sebab. Koperasi Merah Putih yang lahir di era Presiden Prabowo ini harus mampu menjadi penopang utama program strategis Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sehingga mampu menggerakan ekonomi desa dengan melibatkan pemasok lokal untuk bahan makanan MBG. Pemasok itu di antaranya penyuplai lokal beras, lauk pauk, buah-buahan, dan lain sebagainya.

Baca Juga : Anggota DPRD Jawa Barat Dorong Akselerasi Pembangunan Flyover Bojongsoang

“Oleh karena itu, pendamping KMP ini bukan sekadar pengawas belaka. Posisi pendamping ini harus mampu ikut menggerakkan ekonomi lokal. Jika hal itu bisa terwujud, maka saya optimistis perekonomian lokal akan tumbuh,” ungkapnya.

Hailuki juga berharap keberadaan Koperasi Merah Putih tidak tergoda untuk terjun ke sektor simpan pinjam. Alasannya, lanjut ia, karena hal itu sangat rawan mengalami kredit macet seperti yang dialami BUMD dan BPR milik Kabupaten Bandung.

“Saya berharap, pendamping Koperasi Merah Putih ini bisa berkontribusi positif terhadap jalannya roda perekonomian lokal. Karena itu (pemberdayaan ekonomi lokal) menjadi salah satu tujuan pembentukan koperasi ini. Juga tidak kalah penting, keberadaan koperasi ini juga harus mampu berkolaborasi dengan BUMDES dan UMKM lokal. Sehingga tidak terjadi fenomena kanibalisme dalam implementasi bisnis sektor riil,” kata Hailuki. (cep/trustjabar/R1)

Komentar

0 komentar untuk DPRD Bakal Terus Awasi dan Evaluasi Kinerja Pendamping Koperasi Merah Putih di Kabupaten Bandung

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.
TrustJabar