Selasa, 04 Agustus 2026
Breaking News
Daftar Jadi Bakal Calon Ketua PWI Jawa Barat, Tantan Sulthon Berkomitmen Ini! Pegadaian Jabar dan MES Perkuat Sinergi Dorong Inklusi Keuangan Syariah dan UMKM Pegadaian Kanwil Jabar Salurkan 100 Paket Sembako untuk Lansia di Indramayu, Kenalkan Literasi Digital TRING! Lahan Seluas 7,6 Hektare Disiapkan Pemerintah Kabupaten Bandung Untuk Pembangunan Sekolah Rakyat Kuasa Hukum Kasus YTR di Bandung Minta JPU Perjuangkan Restitusi Korban Partai Golkar Jawa Barat Terus Perkuat Konsolidasi Hingga Akar Rumput HUT Ke-125, Pegadaian Jabar Gelar Khitanan Massal untuk 225 Anak Prasejahtera Tanggapi Respons Komnas Perempuan Soal Kasus YTR di Bandung, Pengacara Korban Minta Hak Restitusi dan Perlindungan Dijamin Jadi Urat Nadi Mobilitas, Warga Nikmati Jalan Beton di Cangkuang-Nagrak-Jatisari Warga Harap CFD di Kabupaten Bandung tak Sekadar Seremonial Daftar Jadi Bakal Calon Ketua PWI Jawa Barat, Tantan Sulthon Berkomitmen Ini! Pegadaian Jabar dan MES Perkuat Sinergi Dorong Inklusi Keuangan Syariah dan UMKM Pegadaian Kanwil Jabar Salurkan 100 Paket Sembako untuk Lansia di Indramayu, Kenalkan Literasi Digital TRING! Lahan Seluas 7,6 Hektare Disiapkan Pemerintah Kabupaten Bandung Untuk Pembangunan Sekolah Rakyat Kuasa Hukum Kasus YTR di Bandung Minta JPU Perjuangkan Restitusi Korban Partai Golkar Jawa Barat Terus Perkuat Konsolidasi Hingga Akar Rumput HUT Ke-125, Pegadaian Jabar Gelar Khitanan Massal untuk 225 Anak Prasejahtera Tanggapi Respons Komnas Perempuan Soal Kasus YTR di Bandung, Pengacara Korban Minta Hak Restitusi dan Perlindungan Dijamin Jadi Urat Nadi Mobilitas, Warga Nikmati Jalan Beton di Cangkuang-Nagrak-Jatisari Warga Harap CFD di Kabupaten Bandung tak Sekadar Seremonial
Ekonomi
Daerah
Penulis: Cep 2026-02-14 01:50:48

Jelang Ramadan, Harga Cabai di Sejumlah Pasar Tradisional di Jawa Barat Mulai Pedas

Harga sejumlah bahan pangan pokok menjelang Ramadan 2026 di beberapa pasar tradisional di Jawa Barat mulai merangkak, salah satunya cabai.

Jelang Ramadan, Harga Cabai di Sejumlah Pasar Tradisional di Jawa Barat Mulai Pedas

Menjelang Ramadan, harga cabai di sejumlah pasar tradisional di Jawa Barat mulai merangkak naik. Foto: istimewa/

trustjabar.com - Harga sejumlah bahan pangan pokok menjelang Ramadan 2026 mulai merangkak, salah satunya cabai rawit. Di beberapa daerah di Jawa Barat, lonjakan paling terasa terjadi pada beberapa komoditas cabai, bawang merah, dan daging.

Baca Juga : Jelang Natal dan Tahun Baru 2026, Polrestabes dan Pemkot Bandung Pantau Keamanan dan Stok Pangan

Di Kabupaten Cirebon, harga cabai setan menembus Rp 80.000 hingga Rp 100.000. Hal tersebut terungkap saat Bupati Cirebon Imron melakukan inspeksi mendadak di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Cirebon. Inspeksi mendadak tersebut berlangsung pada Jumat (13/2/2026).

“Beberapa (harga) komoditas memang mulai naik, seperti telur, ayam dan cabai. Kenaikan harga yang paling tinggi itu cabai setan,” ungkap Imron.

Demikian halnya juga dengan kondisi di Garut. Harga daging sapi naik menjadi Rp 140.000 per kilogram dari semula Rp 130.000. Kemudian daging ayam naik Rp 3.000 per kilogramnya menjadi Rp 39.000 dari harga semula Rp 36.000. Harga bawang merah pun melonjak dari semula Rp 20.000 menjadi Rp 40.000 hingga Rp 50.000 per kilogram.

Dari penuturan beberapa pedagang Pasar Guntur, kenaikan harga bahan pangan ini lantaran kurangnya stok lokal. Untuk memenuhi kebutuhan pasokan harus mengambil dari luar daerah.

Di Kota Bandung, harga cabai rawit di Pasar Kosambi merangkak naik menjadi Rp 60.000 dari semula Rp 40.000 per kilogram. Sedangkan harga daging sapi, tercatat berada di kisaran Rp 160.000 per kilogram.

“Kenaikan harga ini bukan semata karena cuaca atau momen Ramadan. Kenaikan harga ini juga terkait program MBG (Makan Bergizi Gratis) yang meningkatkan permintaan,” ungkap Yati, seorang pedagang.

BPS Catat Harga Cabai Rawit Nasional Naik 9,82 Persen

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, harga kenaikan cabai rawit nasional mengalami kenaikan 9,82 persen. Kenaikan harga itu hingga pekan pertama Februari 2026 mencapai rata-rata Rp 63.138 per kilogram. Hal ini melampau harga acuan penjual sebesar Rp 57.000 per kilogram.

Merespons mulai naiknya harga beberapa bahan pangan pokok ini, pemerintah daerah mengaku menyiapkan skema stabilisasi harga. Bupati Cirebon menegaskan akan menggelar operasi pasar murah jika kenaikan harga bahan pangan pokok mulai tidak wajar.

Baca Juga : Bulog Prediksi Serapan CBP 2026 Melonjak, Siapkan 100 Gudang Beras Baru di Wilayah 3T

Sama halnya dengan di Garut. Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mengimbau agar pedagang tidak mengambil untung berlebihan. Pemkab Garut, kata ia, berencana mencari pasokan dari daerah pemasok jika stok berkurang.

Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman sebelumnya menyatakan pemerintah dan pengusaha sepakat mempertahankan Harga Eceran Tertinggi hingga akhir Ramadan. “Tidak ada lagi yang diperbolehkan jual di atas HET,” tutur Amran.

Seorang warga di Kota Bandung, Oom mengharapkan agar pemerintah segera melakukan tindakan nyata dalam menstabilkan harga bahan pangan menjelang Ramadan. “Apalagi sekarang harga cabai rawit di Bandung cukup mahal,” katanya. (cep/trustjabar/R1)

Komentar

0 komentar untuk Jelang Ramadan, Harga Cabai di Sejumlah Pasar Tradisional di Jawa Barat Mulai Pedas

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.
TrustJabar