Somasi Kabupaten Bandung terus menggelorakan semangat sinergi hijau menyentuh berbagai kalangan dalam upaya pelestarian lingkungan.
Penasihat Somasi Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Eyang Memet (kanan) secara simbolis menyerahkan biji tanaman kepada Kepala SMPN 1 Pasirjambu dalam upaya memperkaya keanekaragaman hayati untuk pelestarian lingkungan. Foto: cep/trustjabar
trustjabar.com – Solidaritas Masyarakat Konservasi (Somasi) terus menggelorakan semangat sinergi hijau menyentuh berbagai kalangan dalam upaya pelestarian lingkungan. Semangat pelestarian alam di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mendapat suntikan energi baru. Meski tanpa intervensi pemerintah, Somasi melakukan kolaborasi sekaligus edukasi mengenai keberlanjutan ekosistem.
Salah satu upaya pelestarian lingkungan di Kabupaten Bandung ini, pegiat lingkungan senior Eyang Memet merangkul kalangan generasi muda khususnya pelajar. Hal tersebut sebagai upaya nyata mendukung program konservasi pemerintah.
“Hari ini, secara simbolis kami dari Somasi menyerahkan bantuan berbagai jenis biji tanaman keras dalam hal memperkaya keanekaragaman hayati. Untuk simbolis, kami menyerahkannya kepada para pendidik di SMP Negeri Pasirjambu,” tuturnya, Senin (22/12/2025).
Kepala SMP Negeri Pasirjambu Kartika Prapti Diah Handayani, menerima langsung penyerahan biji tanaman tersebut. Beberapa biji tanaman itu terdiri dari tanaman yang memiliki fungsinya masing-masing. Di antaranya berfungsi sebagai tutupan hutan hingga bernilai ekonomis. Kartika, mengapresiasi penyerahan biji tanaman dari Somasi Kabupaten Bandung tersebut.
Penyerahan biji tanaman ini, kata Eyang Memet yang juga penasihat Somasi Kabupaten Bandung, bukan sekadar aktivitas menanam biasa. Melainkan juga sebagai pesan edukasi tentang pelestarian lingkungan di Kabupaten Bandung.
Eyang Memet menegaskan, saat ini banyak lahan hutan sebagai wilayah resapan air dan berfungsi sebagai paru-paru lingkungan, semakin menurun kondisinya. Tersebarnya alih fungsi lahan, menjadi faktor utama penurunan kondisi lingkungan tersebut. Namun di satu sisi, berbagai kebijakan pemerintah seakan tidak menyentuh langsung akar persoalan penurunan kondisi lingkungan ini.
Untuk itu, kata ia, dalam upaya meningkatkan kembali kondisi alam ini maka perlu adanya edukasi kepada masyarakat. Somasi Kabupaten Bandung, lanjut Eyang Memet, mulai melakukan edukasi itu dengan mengajak generasi muda melakukan aksi nyata pelestarian lingkungan.
“Hutan perlu banyak pohon. Hutan tidak perlu banyak omong. Meskipun mengandalkan modal swadaya, kami menyerahkan bibit tanaman kepada pelajar. Upaya ini menjadi pesan edukasi untuk keberlanjutan ekosistem,” ujarnya.
Dalam penyerahan biji tanaman itu, kata Eyang Memet, pihaknya menyerahkan tujuh jenis tanaman pilihan dan memiliki nilai ekologis tinggi. Di antaranya biji Manglid, Gmelina, Loa, Sobsi, Randu, Nangka, dan biji Alpukat.
Biji Manglid dan Gmelina, kata Eyang Memet, untuk kualitas kayu dan tutupan hutan. Kemudian biji Loa dan Sobsi sangat baik untuk konservasi air. Sedangkan biji Randu, Nangka, dan Alpukat, memberikan manfaat bagi masyarakat di masa depan karena memiliki nilai ekonomis.
“Ini merupakan investasi jangka panjang. Kita tidak hanya menanam pohon, tapi menanam kesadaran di hati para pelajar tentang pelestarian lingkungan. Bumi ini adalah titipan yang harus kita rawat bersama,” ucapnya.
Eyang Memet mengharapkan, kegiatan ini menjadi milestone (tonggak awal) terciptanya hubungan yang lebih erat lintas sektoral. Hubungan lebih erat itu baik pemerintah, penggiat lingkungan, maupun institusi pendidikan.
Dengan melibatkan pelajar, program-program lingkungan pemerintah diharapkan tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi menjadi gerakan akar rumput yang masif.
“Kehadiran Somasi Kabupaten Bandung sebagai wadah pendamping menunjukkan bahwa semangat gotong royong masih menjadi kekuatan utama dalam menjaga paru-paru dunia. Khususnya menjaga bumi di wilayah Jawa Barat,” ujarnya. (cep/trustjabar.com/R1)
Komentar
0 komentar untuk Meski Tanpa Intervensi Pemerintah, Somasi Kabupaten Bandung Gandeng Pelajar Edukasi Pelestarian Lingkungan
Masuk dulu untuk ikut diskusi
Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.