Pendidikan
Wisata dan Budaya
Daerah
Serba Serbi
Bandung Raya
Penulis: Ghani 2025-09-22 08:05:06
Museum LOTUS, Teknologi AI Bawa Pengunjung Rasakan Ruang Sidang Konferensi Asia Afrika 1955
Kecanggihan AI di Museum LOTUS (Lorong Waktu Sejarah), wahana edukasi terbaru di kawasan wisata The Great Asia Afrika (TGAA), Lembang.
Museum LOTUS, menggunakan teknologi AI membawa pengunjung dapat merasakan suasana di ruang Sidang Konferensi Asia Afrika 1955. (Foto: Ghani Rahmat/trustjabar).
trustjabar.com – Bayangkan duduk di ruang sidang Konferensi Asia Afrika (KAA) tahun 1955, menyaksikan pidato para tokoh dunia. Bukan itu saja, kita bisa merasakan atmosfer diplomasi bersejarah yang seolah hadir langsung tujuh dekade silam. Pengalaman unik itu kini bisa kita nikmati berkat kecanggihan Artificial Intelligence (AI) di Museum LOTUS (Lorong Waktu Sejarah), wahana terbaru di
kawasan wisata The Great Asia Afrika (TGAA), Lembang, Bandung Barat, Jawa Barat.
Baca Juga: Monumen Oto Iskandar Dinata di Lembang Dipugar Pihak Keluarga, Ini Alasannya
Museum LOTUS resmi diluncurkan oleh PT Curaweda Palagan Innotech (Curaweda) sebagai terobosan wisata edukasi berbasis teknologi. Tidak seperti museum konvensional, LOTUS menghadirkan pengalaman
immersive storytelling dengan memadukan fakta sejarah, visualisasi modern, dan narasi hidup yang digerakkan AI.
Pada episode perdananya, pengunjung bisa masuk ke ruang sidang bersejarah Konferensi Asia Afrika 1955 melalui
mini-theatre tiga layar trapezoidal. Teknologi AI merekonstruksi tokoh, suasana, hingga percakapan penting. Sejarah bukan sekadar tontonan, melainkan pengalaman emosional yang dapat pengunjung rasakan secara langsung.
CEO Curaweda, Azhar Muhammad Fuad, penciptaan inovasi ini untuk menjembatani generasi muda dengan sejarah bangsa.
“Dengan memanfaatkan AI, kami ingin menghadirkan sejarah bukan hanya sebagai cerita masa lalu, melainkan pengalaman hidup yang bisa kita rasakan langsung,” kata Azhar, Minggu (21/9/2025).
LOTUS Gunakan Pendekatan Ethical AI
Menariknya, LOTUS menggunakan pendekatan Ethical AI. Rancangan
input dan
output dari teknologi ini berdasarkan panduan sejarawan, arkeolog, hingga pemangku adat. Sehingga hasilnya autentik, kredibel, dan menghormati warisan budaya. Semua tokoh, artefak, dan objek digital bersumber dari data primer yang telah tervalidasi pihak berwenang.
Selain film imersif berdurasi 5–8 menit yang secara berkala, museum ini juga menawarkan AI
generative painting,
avatar AI tokoh KAA untuk berfoto, hingga ruang tunggu interaktif berisi informasi sejarah. Bahkan
avatar AI menjadi salah satu daya tarik utama dalam seremoni peresmian museum.
Museum LOTUS lahir dari kolaborasi Curaweda bersama para sejarawan, akademisi, hingga seniman visual. Terpilihnya Lembang menjadi lokasi LOTUS, karena relevan dengan misi menghadirkan sejarah Asia Afrika secara menarik, sekaligus memperkuat TGAA sebagai destinasi budaya bertaraf internasional.
Kehadiran Museum LOTUS tidak hanya menambah warna baru bagi wisata edukasi di Jawa Barat, tetapi juga membuka peluang besar bagi pemanfaatan AI dalam pelestarian sejarah dan budaya. Pengalaman ini pasti akan menarik pelajar, wisatawan lokal maupun mancanegara, peneliti, hingga
content creator yang mencari inspirasi.
Baca Juga: FAKTA UNIK! Menguak Sejarah Mesin Ketik, Cikal Bakal Revolusi Komunikasi
“Harapannya, kehadiran wahana ini akan menumbuhkan minat literasi sejarah, memperkaya wisata edukasi. Begitu pun pemanfaatan teknologi AI akan menjadi contoh dalam menjaga nilai-nilai sejarah bangsa,” pungkasnya.
(Ghani Rahmat/trustjabar/R3)
.
Komentar
0 komentar untuk Museum LOTUS, Teknologi AI Bawa Pengunjung Rasakan Ruang Sidang Konferensi Asia Afrika 1955
Masuk dulu untuk ikut diskusi
Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.