Jumat, 02 Oktober 2026
Breaking News
Antisipasi Transisi Cuaca, Bupati Bandung Instruksikan Camat Siaga dan Perkuat Mitigasi Bencana Hangtuah Jajaki Kabupaten Bandung Jadi Home Base IBL, Bawa Dampak Positif Bagi Atlet Basket dan UMKM Pegadaian Raih 10 Penghargaan di Ajang The Best Contact Center Indonesia 2026 Pegadaian dan BCA Digital Hadirkan Investasi Emas di Aplikasi blu Pegadaian Perluas Layanan Tabungan Emas ke Ekosistem Digital BCA Pegadaian Kanwil X Jawa Barat Raih Sertifikasi ISO 22301:2019 Resep Penyiar Radio Menjaga Kredibilitas di Udara, Menghibur Tanpa Kebobolan Etika Pegadaian Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Renovasi Masjid Jami’ Al-Istiqomah Sumedang Pegadaian Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Renovasi Masjid Jami’ Al-Istiqomah Sumedang Polda Jabar Limpahkan Tersangka dan Barang Bukti Kasus Dugaan Penyekapan YTR ke Kejari Kabupaten Bandung Antisipasi Transisi Cuaca, Bupati Bandung Instruksikan Camat Siaga dan Perkuat Mitigasi Bencana Hangtuah Jajaki Kabupaten Bandung Jadi Home Base IBL, Bawa Dampak Positif Bagi Atlet Basket dan UMKM Pegadaian Raih 10 Penghargaan di Ajang The Best Contact Center Indonesia 2026 Pegadaian dan BCA Digital Hadirkan Investasi Emas di Aplikasi blu Pegadaian Perluas Layanan Tabungan Emas ke Ekosistem Digital BCA Pegadaian Kanwil X Jawa Barat Raih Sertifikasi ISO 22301:2019 Resep Penyiar Radio Menjaga Kredibilitas di Udara, Menghibur Tanpa Kebobolan Etika Pegadaian Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Renovasi Masjid Jami’ Al-Istiqomah Sumedang Pegadaian Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Renovasi Masjid Jami’ Al-Istiqomah Sumedang Polda Jabar Limpahkan Tersangka dan Barang Bukti Kasus Dugaan Penyekapan YTR ke Kejari Kabupaten Bandung
Daerah
Bandung Raya
Penulis: Cep 2026-03-11 14:35:11

Tak Mau Macet Saat Mudik Lebaran? Inilah Pilihan Jalur Alternatif di Jawa Barat

Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat memprediksi sejumlah jalur utama non-tol akan mengalami kemacetan pada arus mudik dan balik Lebaran.

Tak Mau Macet Saat Mudik Lebaran? Inilah Pilihan Jalur Alternatif di Jawa Barat

Dishub Jawa Barat memprediksi sejumlah jalur mudik Lebaran non-tol akan mengalami kemacetan lalu lintas. Foto: ilustrasi/

trustjabar.com – Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat memprediksi sejumlah jalur utama non-tol akan mengalami kemacetan pada arus mudik dan balik Lebaran. Untuk mengurai kemacetan lalu lintas di jalur mudik dan balik, Dinas Perhubungan Jawa Barat akan memberlakukan sistem satu arah. Selain itu, akan memberlakukan juga penertiban aktivitas masyarakat di beberapa titik rawan kemacetan di sepanjang jalur utama arus mudik tersebut.

Baca Juga : Wakil Gubernur Jawa Barat Targetkan Mudik Lancar Harga Pangan Stabil

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat Dhani Gumelar mengatakan, jalur utama yang diperkirakan mengalami kemacetan yaitu Simpang Jomin-Simpang Mutiara dan Cikopo. Dinas Perhubungan Jawa Barat dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional, akan menutup 47 putaran balik (u-turn) dan hanya membuka 8 putaran balik. Hal itu untuk mengatasi macet di ruas tersebut.

Selain itu, jalur utama mudik Lebaran lain yang berpotensi terjadi kemacetan yakni Ciawi-Cibadak-Sukabumi. Kepolisian akan menindak pengendara angkutan barang sumbu tiga ke atas yang melewati jalur tersebut pada puncak mudik dan balik. Selain itu, pemerintah daerah akan menertibkan parkir liar dan pedagang kaki lima di badan jalan.

Kemacetan lalu lintas juga berpotensi terjadi di jalur Ciawi-Simpang Gadog-Puncak Kabupaten Bogor. Untuk mengatasinya, kepolisian akan menerapkan sistem ganjil genap dan satu arah pada jalur tersebut. Sementara, Satpol PP akan menertibkan aktivitas masyarakat yang mengganggu arus lalu lintas agar macet di jalur itu tak panjang.

Dinas Perhubungan Jabar, kata Dhani, juga mengantisipasi kemacetan lalu lintas di Simpang Susun Cileunyi dan Nagreg di Kabupaten Bandung. Rencana untuk mengurai kemacetan di jalur arus mudik Lebaran tersebut yakni mempersiapkan alat pembaca kartu tol elektronik (mobile reader).

"Selain itu, menyiapkan papan informasi tambahan apabila ada rekayasa pengalihan arus ke Tol Cisumdawu," kata Dhani.

Sementara itu, jalur lain yang berpotensi terjadi kemacetan saat arus mudik Lebaran yakni Limbangan-Malangbong dan Gentong. Jalur terakhir yang berpotensi terjadi kemacetan adalah Plumbon-Kedawung-Cirebon.

Jalur Alternatif Arus Mudik Lebaran

Untuk mengurai kemacetan lalu lintas pada arus mudik Lebaran ini, Dinas Perhubungan Jawa Barat menyiapkan sejumlah jalur alternatif. Di wilayah utara Jawa Barat, setidaknya ada delapan jalur alternatif.

Baca Juga : Meski Kapasitas Penampungan Terbatas, Pemerintah Pastikan Cadangan BBM Nasional Aman

Dhani mengatakan, delapan jalur alternatif di utara yakni Sukamandi-Kalijati (22 kilometer), Pamanukan-Subang (31 kilometer). Kemudian Kadipaten-Jatitujuh-Jatibarang (40,7 kilometer) dan Haurgeulis-Patrol (19 kilometer).

Selain itu, di utara, pemudik bisa melewati jalur alternatif Cikamurang-Jangga (35 kilometer), Budur-Tegalgubug-Jagapura-Mundu (32 kilometer). Kemudian Losari-Ciledug-Cidahu-Kuningan (95 kilometer) serta Cirebon-Sumber-Rajagaluh-Majalengka (32 kilometer).

Untuk di jalur tengah Jawa Barat, terdapat empat jalur alternatif, di antaranya Subang-Lembang-Bandung (41 kilometer), Sumedang-Jalan Cagak-Wanayasa-Purwakarta (85 kilometer). Kemudian Talaga-Bantarujeg-Wado-Sumedang (79 kilometer) dan Kuningan-Cikijing-Majalengka-Kadipaten (45 kilometer).

Pemudik juga memiliki lima jalur alternatif mudik Lebaran di selatan Jawa Barat. Kelima jalur alternatif itu adalah Garut-Banyuresmi-Leuwigoong-Kadungora-Cijapati-Majalaya-Bandung (78 kilometer), Sasak Beusi-Cibatu-Leles (19 kilometer), dan Banjar-Manonjaya-Tasikmalaya (44 kilometer). Selain itu, jalur Malangbong-Wado (15 kilometer) dan Parakan Muncang-Warung Simpang (9 kilometer). (cep/trustjabar/R1)

Komentar

0 komentar untuk Tak Mau Macet Saat Mudik Lebaran? Inilah Pilihan Jalur Alternatif di Jawa Barat

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.
TrustJabar