Rencana pemerintah membangun 100 gudang operasional baru Bulog di wilayah 3T Indonesia, mengundang perspektif beberapa kalangan.
Petani sedang menggarap sawah. Pengamat logistik Surabaya menyoroti tujuan pemerintah membangun 100 gudang baru Bulog di wilayah 3T Indonesia. Foto: ist/
trustjabar.com – Rencana pemerintah membangun 100 gudang operasional baru Bulog di wilayah terpencil, terdepan, dan terluar (3T), mengundang perspektif beberapa kalangan. Pandangan baru tersebut muncul dari kalangan akademisi, pengamat, hingga masyarakat.
Sebelumnya, Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memaparkan alasan pembangunan 100 gudang baru di wilayah 3T itu. Ia mengatakan, wilayah 3T selama ini menjadi daerah rentan mengalami gangguan pasokan pangan, terutama saat musim pasang atau angin barat. Pembangunan gudang baru itu pun, kata Ahmad, untuk menjaga pasokan serta kualitas beras.
Pengamat logistik dari Surabaya Dr. Gugus Wijonarko, MM menjelaskan, pihaknya menyoroti tujuan pemerintah terkait pembangunan gudang baru Bulog itu. Dengan adanya gudang di wilayah 3T, maka akan menyempitkan disparitas harga pangan dari daerah penghasil beras ke daerah lainnya.
“Pemerintah saat ini sedang menggiatkan kembali kebijakan swasembada pangan, khususnya beras dengan target pencapaian penuh pada akhir Desember 2025. Kebijakan ini merupakan langkah strategis memperkuat ketahanan pangan nasional. Selain itu, mengurangi ketergantungan pada impor beras dan berkontribusi langsung pada pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, terutama dalam hal zero hunger,” ungkap Gugus, Sabtu (22/11/2025).Dalam kesempatan itu, Gugus juga menekankan, setelah pembangunan gudang baru Bulog itu terwujud, Bulog juga harus mampu menjalankan sistem lainnya. Ada tiga kondisi nyata yang saat ini sedang terjadi, yakni manajemen pergudangan, manajemen distribusi dan transportasi, serta kebijakan swasembada pangan.
Gudang baru Bulog yang saat ini sedang dibangun pemerintah, lanjut ia, harus menjadi solusi agar penyebaran bahan pangan terjaga dengan baik. Sebab, kata Dewan Pakar Bidang Manajemen Pelabuhan 2025-2026 pada Maritim Muda Nusantara ini, gudang logistik bukan sekadar tempat penyimpanan bahan pangan.
“Kondisi gudang Bulog yang ada saat ini sebagian besar masih peninggalan era Orde Baru yang jumlahnya terbatas. Banyak wilayah 3T yang tidak memiliki fasilitas penyimpanan bahan pangan, khususnya beras. Ketika distribusi dan transportasi kurang lancar akibat cuaca, akan memengaruhi stok pangan pada masyarakat di wilayah 3T itu,” tuturnya.
“Apabila fokusnya di wilayah 3T, baiknya perbaiki infrastrukturnya dulu sebelum membangun 100 gudang baru Bulog,” ungkap seorang mahasiswi di salah satu perguruan tinggi di Surabaya. (ecp/trustjabar/R1)
Komentar
0 komentar untuk Pengamat Logistik Surabaya Soroti Tujuan Pemerintah Bangun 100 Gudang Baru Bulog di Wilayah 3T
Masuk dulu untuk ikut diskusi
Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.