Jumat, 02 Oktober 2026
Breaking News
Antisipasi Transisi Cuaca, Bupati Bandung Instruksikan Camat Siaga dan Perkuat Mitigasi Bencana Hangtuah Jajaki Kabupaten Bandung Jadi Home Base IBL, Bawa Dampak Positif Bagi Atlet Basket dan UMKM Pegadaian Raih 10 Penghargaan di Ajang The Best Contact Center Indonesia 2026 Pegadaian dan BCA Digital Hadirkan Investasi Emas di Aplikasi blu Pegadaian Perluas Layanan Tabungan Emas ke Ekosistem Digital BCA Pegadaian Kanwil X Jawa Barat Raih Sertifikasi ISO 22301:2019 Resep Penyiar Radio Menjaga Kredibilitas di Udara, Menghibur Tanpa Kebobolan Etika Pegadaian Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Renovasi Masjid Jami’ Al-Istiqomah Sumedang Pegadaian Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Renovasi Masjid Jami’ Al-Istiqomah Sumedang Polda Jabar Limpahkan Tersangka dan Barang Bukti Kasus Dugaan Penyekapan YTR ke Kejari Kabupaten Bandung Antisipasi Transisi Cuaca, Bupati Bandung Instruksikan Camat Siaga dan Perkuat Mitigasi Bencana Hangtuah Jajaki Kabupaten Bandung Jadi Home Base IBL, Bawa Dampak Positif Bagi Atlet Basket dan UMKM Pegadaian Raih 10 Penghargaan di Ajang The Best Contact Center Indonesia 2026 Pegadaian dan BCA Digital Hadirkan Investasi Emas di Aplikasi blu Pegadaian Perluas Layanan Tabungan Emas ke Ekosistem Digital BCA Pegadaian Kanwil X Jawa Barat Raih Sertifikasi ISO 22301:2019 Resep Penyiar Radio Menjaga Kredibilitas di Udara, Menghibur Tanpa Kebobolan Etika Pegadaian Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Renovasi Masjid Jami’ Al-Istiqomah Sumedang Pegadaian Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Renovasi Masjid Jami’ Al-Istiqomah Sumedang Polda Jabar Limpahkan Tersangka dan Barang Bukti Kasus Dugaan Penyekapan YTR ke Kejari Kabupaten Bandung
Ekonomi
Internasional
Penulis: Cep 2026-04-25 14:22:00

Produsen Sepatu Nike Kembali PHK 1400 Karyawan

Langkah agresif ini terjadi di tengah penurunan penjualan yang telah berlangsung bertahun-tahun. Pendapatan Nike pada tahun fiskal 2025 turun 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Produsen Sepatu Nike Kembali PHK 1400 Karyawan

Produsen sepatu Nike yang berpusat di Oregon, Amerika Serikat, kembali melakukan PHK kepada 1.400 karyawannya. Foto: ist/net

trustjabar.com – Setelah pada Januari 2026 melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada 775 karyawan pusat distribusi, Nike kembali melakukan perampingan karyawan. Pada Kamis (23/4/2026), produsen sepatu asal Oregon di Amerika Serikat ini, mem-PHK sebanyak 1.400 karyawannya di divisi operasional globalnya. Departemen teknologi, menjadi salah satu divisi yang terdampak paling besar akibat restrukturisasi ini.

Baca Juga : Konflik di Timur Tengah Picu Krisis Energi Terburuk, WFP PBB Waspadai Kelaparan Akut

Langkah ini menjadi putaran PHK besar-besaran Nike kepada karyawannya selama 2026. Kepada media setempat, Chief Operating Officer Nike, Venkatesh Alagirisamy menjelaskan alasan PHK tersebut. Alagirisamy mengatakan,  PHK ini merupakan bagian dari rencana transformasi bisnis bertajuk "Win Now" yang sedang memasuki tahap akhir.

“Secara kolektif, perubahan ini akan mengakibatkan pengurangan sekitar 1.400 posisi dalam operasi global, dengan sebagian besar di bidang teknologi,” ucap Alagirisamy.

Pengurangan ini, kata Aligirisamy, sangat berat bagi rekan kerja yang terkena dampak langsung dan juga bagi tim di sekitarnya.

Menurut media setempat, PHK di Nike ini memengaruhi karyawan di Amerika Utara, Eropa, dan Asia.  Namun, jumlahnya mewakili kurang dari 2 persen dari total tenaga kerja global Nike.

Juru bicara Nike menyatakan pemangkasan ini bertujuan menyelaraskan organisasi dengan dinamika industri olahraga saat ini. Selain itu, juga untuk mempercepat pertumbuhan perusahaan.

Gelombang PHK Karyawan Nike Sejak 2024

Selain merampingkan tim teknologi, Nike juga berencana memusatkan operasional teknologinya di dua pusat utama. Yakni di kantor pusat Beaverton, Oregon, dan Nike India Technology Center di Bengaluru, India.

Baca Juga : Netflix Ungkap Alasan Mundur Akuisisi Warner Bros Discovery

Perusahaan juga akan memodernisasi manufaktur sepatu Air dan memindahkan sebagian operasi Converse Footwear. Serta mengintegrasikan rantai pasokan material dengan divisi sepatu dan pakaiannya. “Perubahan-perubahan ini agar perusahaan menjadi lebih sederhana dan lebih responsif,” kata Alagirisamy.

Langkah agresif ini terjadi di tengah penurunan penjualan yang telah berlangsung bertahun-tahun. Pendapatan Nike pada tahun fiskal 2025 turun 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sejak 2024, Nike telah melakukan beberapa gelombang PHK, termasuk pemangkasan lebih dari 1.600 karyawan pada Februari 2024. Kemudian pengurangan staf korporat pada Agustus tahun yang sama di bawah kepemimpinan CEO Elliott Hill. (cep/trustjabar/R1)

Komentar

0 komentar untuk Produsen Sepatu Nike Kembali PHK 1400 Karyawan

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.
TrustJabar