Jumat, 02 Oktober 2026
Breaking News
inDrive Gelar Edukasi Keselamatan Berkendara untuk Mahasiswa di Bandung Antisipasi Transisi Cuaca, Bupati Bandung Instruksikan Camat Siaga dan Perkuat Mitigasi Bencana Hangtuah Jajaki Kabupaten Bandung Jadi Home Base IBL, Bawa Dampak Positif Bagi Atlet Basket dan UMKM Pegadaian Raih 10 Penghargaan di Ajang The Best Contact Center Indonesia 2026 Pegadaian dan BCA Digital Hadirkan Investasi Emas di Aplikasi blu Pegadaian Perluas Layanan Tabungan Emas ke Ekosistem Digital BCA Pegadaian Kanwil X Jawa Barat Raih Sertifikasi ISO 22301:2019 Resep Penyiar Radio Menjaga Kredibilitas di Udara, Menghibur Tanpa Kebobolan Etika Pegadaian Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Renovasi Masjid Jami’ Al-Istiqomah Sumedang Pegadaian Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Renovasi Masjid Jami’ Al-Istiqomah Sumedang inDrive Gelar Edukasi Keselamatan Berkendara untuk Mahasiswa di Bandung Antisipasi Transisi Cuaca, Bupati Bandung Instruksikan Camat Siaga dan Perkuat Mitigasi Bencana Hangtuah Jajaki Kabupaten Bandung Jadi Home Base IBL, Bawa Dampak Positif Bagi Atlet Basket dan UMKM Pegadaian Raih 10 Penghargaan di Ajang The Best Contact Center Indonesia 2026 Pegadaian dan BCA Digital Hadirkan Investasi Emas di Aplikasi blu Pegadaian Perluas Layanan Tabungan Emas ke Ekosistem Digital BCA Pegadaian Kanwil X Jawa Barat Raih Sertifikasi ISO 22301:2019 Resep Penyiar Radio Menjaga Kredibilitas di Udara, Menghibur Tanpa Kebobolan Etika Pegadaian Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Renovasi Masjid Jami’ Al-Istiqomah Sumedang Pegadaian Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Renovasi Masjid Jami’ Al-Istiqomah Sumedang
Kesehatan
Nasional
Penulis: Cep 2025-12-22 18:19:07

Pemberian Vaksin Heksavalen, Inilah Pertimbangan Kemenkes RI

Kementerian Kesehatan mengaku sedang menyiapkan vaksin heksavalen yang akan menjadi program utama imunisasi pada anak.

Pemberian Vaksin Heksavalen, Inilah Pertimbangan Kemenkes RI

Pemberian Vaksin Heksavalen, Inilah Pertimbangan Kemenkes RI

trustjabar.com – Kementerian Kesehatan mengaku sedang menyiapkan vaksin heksavalen yang akan menjadi program utama imunisasi pada anak. Vaksin ini merupakan kombinasi dua jenis vaksin yang selama ini sudah diberikan pada program imunisasi nasional, yakni DPT-Hb-Hib (pentavalen) dan polio.

Dalam keterangan resmi Kemenkes RI, nantinya pemberian vaksin heksavalen ini sebanyak 3 kali, yakni pada usia 2, 3, dan 4 bulan. Dengan adanya penggabungan ini, dapat mengurangi jumlah suntikan dan mempercepat terbentuknya kekebalan tubuh terhadap penyakit.

Direktur Imunisasi pada Kemenkes RI Indri Yogyaswari mengatakan, saat ini pihaknya melihat adanya jarak antara cakupan imunisasi pentavalen dengan polio. Ia mengharapkan, dengan adanya penggabungan ini bisa memperkecil jarak tersebut. Selain itu bisa mempercepat proses eradikasi polio.

Baca Juga : Cegah Peningkatan Kasus DBD, Pemkot Bandung Masifkan Edukasi ke Masyarakat

“Isi vaksinnya bukan hal yang baru. Namun kita mencari terobosan mengenai tata cara pemberiannya. Kami mengharapkan akan lebih mudah pemberiannya kepada anak-anak. Semula dua suntikan menjadi satu suntikan,” ungkap Indri, Senin (22/12/2025).

Indri juga menjelaskan, vaksin heksavalen ini nantinya bisa mencegah enam jenis penyakit. Yakni difteri, pertusis, polio, hepatitis B, dan infeksi haemophilus influenzae type B. Saat ini, kata ia, baru sembilan provinsi melaksanakan imunisasi heksavalen ini. Yakni Yogyakarta, NTB, Bali, Papua, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Selatan, Papua Pegunungan, dan Papua Barat Daya.

“Pemberian vaksin heksavalen akan bertahap sampai nantinya berlangsung secara nasional mulai 2026. Tempat pemberian imunisasinya bisa di banyak tempat selama fasilitas kesehatan itu menyediakan layanan imunisasi,” tuturnya. (cep/trustjabar.com/R1)

Komentar

0 komentar untuk Pemberian Vaksin Heksavalen, Inilah Pertimbangan Kemenkes RI

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.
TrustJabar