Jumat, 02 Oktober 2026
Breaking News
inDrive Gelar Edukasi Keselamatan Berkendara untuk Mahasiswa di Bandung Antisipasi Transisi Cuaca, Bupati Bandung Instruksikan Camat Siaga dan Perkuat Mitigasi Bencana Hangtuah Jajaki Kabupaten Bandung Jadi Home Base IBL, Bawa Dampak Positif Bagi Atlet Basket dan UMKM Pegadaian Raih 10 Penghargaan di Ajang The Best Contact Center Indonesia 2026 Pegadaian dan BCA Digital Hadirkan Investasi Emas di Aplikasi blu Pegadaian Perluas Layanan Tabungan Emas ke Ekosistem Digital BCA Pegadaian Kanwil X Jawa Barat Raih Sertifikasi ISO 22301:2019 Resep Penyiar Radio Menjaga Kredibilitas di Udara, Menghibur Tanpa Kebobolan Etika Pegadaian Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Renovasi Masjid Jami’ Al-Istiqomah Sumedang Pegadaian Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Renovasi Masjid Jami’ Al-Istiqomah Sumedang inDrive Gelar Edukasi Keselamatan Berkendara untuk Mahasiswa di Bandung Antisipasi Transisi Cuaca, Bupati Bandung Instruksikan Camat Siaga dan Perkuat Mitigasi Bencana Hangtuah Jajaki Kabupaten Bandung Jadi Home Base IBL, Bawa Dampak Positif Bagi Atlet Basket dan UMKM Pegadaian Raih 10 Penghargaan di Ajang The Best Contact Center Indonesia 2026 Pegadaian dan BCA Digital Hadirkan Investasi Emas di Aplikasi blu Pegadaian Perluas Layanan Tabungan Emas ke Ekosistem Digital BCA Pegadaian Kanwil X Jawa Barat Raih Sertifikasi ISO 22301:2019 Resep Penyiar Radio Menjaga Kredibilitas di Udara, Menghibur Tanpa Kebobolan Etika Pegadaian Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Renovasi Masjid Jami’ Al-Istiqomah Sumedang Pegadaian Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Renovasi Masjid Jami’ Al-Istiqomah Sumedang
Nasional
Hukum dan Kriminal
Penulis: Cep 2025-11-06 16:37:45

KPK Tetap Lanjutkan Penyelidikan Dugaan Korupsi Proyek Kereta Cepat Whoosh

Meski Presiden Prabowo Subianto akan bertanggung jawab atas utang proyek kereta cepat Whoosh, namun KPK tetap melanjutkan penyelidikan.

KPK Tetap Lanjutkan Penyelidikan Dugaan Korupsi Proyek Kereta Cepat Whoosh

Kereta Cepat Whoosh. KPK tetap akan melanjutkan penyelidikan dugaan korupsi proyek kereta cepat Whoosh dan melaporkannya kepada Presiden Prabowo Subianto. Foto: istimewa/

trustjabar.com – Meski Presiden Prabowo Subianto menyatakan akan bertanggung jawab atas utang proyek kereta cepat Whoosh, namun KPK tetap melanjutkan penyelidikan. KPK berpendapat, tidak ada satu larangan melakukan penyelidikan atas dugaan korupsi proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) itu.

Baca Juga : Utang Proyek KCJB Bebani Konsorsium Pemegang Saham PT KCIC

Dalam keterangan resminya, penyelidikan ini bertujuan memastikan ada atau tidaknya dugaan korupsi dalam proyek kereta cepat itu. Wakil Ketua KPK Johanis Tanak dalam keterangan resminya yang dikutip pada Kamis (6/11/2025) menegaskan, penyelidikan dugaan korupsi dalam megaproyek itu akan tetap berlanjut.

“Tidak ada satu larangan untuk melakukan penyelidikan,” ungkap Tanak.

Tanak menegaskan, KPK akan melaporkan hasil penyelidikan proyek kereta cepat Whoosh ini kepada Presiden Prabowo.

“Jika memang hasil penyelidikan terindikasi cukup bukti ada perbuatan tindak pidana korupsi, maka kita akan sampaikan (kepada presiden),” tuturnya.

Sebaliknya, kata Tanak, jika pihaknya tidak menemukan bukti indikasi korupsi, maka KPK akan menghentikan penyelidikan dan memberikan kepastian hukum.

KPK, lanjut Tanak, meyakini Presiden Prabowo akan mendukung proses hukum penyelidikan proyek kereta cepat Whoosh ini. Sebab, kata Tanak, pemberantasan korupsi menjadi salah satu bagian dari program Asta Cita.

“Ketika ada, tentunya Presiden juga akan menerima. Karena beliau (Presiden) sudah mengamanatkan dalam Asta Cita ketujuhnya tentang pemberantasan tindak pidana korupsi,” ucap Tanak.

Awal Penyelidikan Dugaan Mark-Up Proyek Kereta Cepat Whoosh

Sebagai informasi, KPK mulai melakukan penyelidikan proyek kereta cepat ini dari dugaan mark-up (penggelembungan) yang diungkap mantan Menko Polhukam Mahfud MD. Mahfud menyebut, biaya pembangunan per kilometer di Indonesia mencapai US$ 52 juta. Angka tersebut jauh lebih tinggi dari estimasi Tiongkok yang hanya berkisar US$ 17-18 juta.

“Ini siapa yang menaikkan? Uangnya ke mana? Naik tiga kali lipat,” kata Mahfud dalam siaran video Youtube-nya.

Baca Juga : Benang Layang-layang Tersangkut di Jaringan OCS Kereta Cepat Whoosh, Perjalanan Sempat Terhenti!

Total utang proyek kereta cepat Whoosh saat ini mencapai US$ 7,26 miliar. Angka ini pun membengkak dari nilai awal US$ 6,05 miliar. KPK pun telah memanggil sejumlah saksi-saksi terkait proyek strategis nasional ini sejak awal November 2025.

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto berjanji pemerintah bakal membayar cicilan utang proyek kereta cepat Whoosh sebesar Rp 1,2 triliun per tahun. Pembayaran cicilan itu menggunakan uang hasil pengembalian koruptor.

“Uang yang sebelumnya dikorupsi, saya hemat. Saya tidak akan memberikan kesempatan kepada mereka,” ungkap Prabowo saat meresmikan Stasiun Tanah Abang Baru, Selasa (4/11/2025). (ecp/trustjabar/R1)

Komentar

0 komentar untuk KPK Tetap Lanjutkan Penyelidikan Dugaan Korupsi Proyek Kereta Cepat Whoosh

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.
TrustJabar