Senin, 03 Agustus 2026
Breaking News
Daftar Jadi Bakal Calon Ketua PWI Jawa Barat, Tantan Sulthon Berkomitmen Ini! Pegadaian Jabar dan MES Perkuat Sinergi Dorong Inklusi Keuangan Syariah dan UMKM Pegadaian Kanwil Jabar Salurkan 100 Paket Sembako untuk Lansia di Indramayu, Kenalkan Literasi Digital TRING! Lahan Seluas 7,6 Hektare Disiapkan Pemerintah Kabupaten Bandung Untuk Pembangunan Sekolah Rakyat Kuasa Hukum Kasus YTR di Bandung Minta JPU Perjuangkan Restitusi Korban Partai Golkar Jawa Barat Terus Perkuat Konsolidasi Hingga Akar Rumput HUT Ke-125, Pegadaian Jabar Gelar Khitanan Massal untuk 225 Anak Prasejahtera Tanggapi Respons Komnas Perempuan Soal Kasus YTR di Bandung, Pengacara Korban Minta Hak Restitusi dan Perlindungan Dijamin Jadi Urat Nadi Mobilitas, Warga Nikmati Jalan Beton di Cangkuang-Nagrak-Jatisari Warga Harap CFD di Kabupaten Bandung tak Sekadar Seremonial Daftar Jadi Bakal Calon Ketua PWI Jawa Barat, Tantan Sulthon Berkomitmen Ini! Pegadaian Jabar dan MES Perkuat Sinergi Dorong Inklusi Keuangan Syariah dan UMKM Pegadaian Kanwil Jabar Salurkan 100 Paket Sembako untuk Lansia di Indramayu, Kenalkan Literasi Digital TRING! Lahan Seluas 7,6 Hektare Disiapkan Pemerintah Kabupaten Bandung Untuk Pembangunan Sekolah Rakyat Kuasa Hukum Kasus YTR di Bandung Minta JPU Perjuangkan Restitusi Korban Partai Golkar Jawa Barat Terus Perkuat Konsolidasi Hingga Akar Rumput HUT Ke-125, Pegadaian Jabar Gelar Khitanan Massal untuk 225 Anak Prasejahtera Tanggapi Respons Komnas Perempuan Soal Kasus YTR di Bandung, Pengacara Korban Minta Hak Restitusi dan Perlindungan Dijamin Jadi Urat Nadi Mobilitas, Warga Nikmati Jalan Beton di Cangkuang-Nagrak-Jatisari Warga Harap CFD di Kabupaten Bandung tak Sekadar Seremonial
Internasional
Penulis: Cep 2026-03-23 23:30:00

Tengahi Konflik di Kawasan Teluk, Pakistan Muncul Jadi Mediator Utama Antara AS dan Iran

Shehbaz menyatakan solidaritas dengan rakyat Iran di tengah perang yang sedang berlangsung di kawasan Teluk. Ia menyerukan upaya bersama mendesak untuk menurunkan ketegangan melalui dialog dan diplomasi.

Tengahi Konflik di Kawasan Teluk, Pakistan Muncul Jadi Mediator Utama Antara AS dan Iran

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengklaim telah berbicara melalui telepon dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada hari Senin kemarin dalam memediasi konflik berkepanjangan di kawasan Teluk yang melibatkan AS-Iran. Foto: ist/net

trustjabar.com – Di tengah konflik berkepanjangan yang terjadi di kawasan Teluk, Pakistan memposisikan diri sebagai mediator utama antara Amerika Serikat dan Iran. Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif berbicara melalui telepon dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada hari Senin kemarin.

Baca Juga : Konflik di Timur Tengah Picu Krisis Energi Terburuk, WFP PBB Waspadai Kelaparan Akut

Shehbaz menyatakan solidaritas dengan rakyat Iran di tengah perang yang sedang berlangsung di kawasan Teluk. Ia menyerukan upaya bersama mendesak untuk menurunkan ketegangan melalui dialog dan diplomasi.

Melansir berbagai sumber, kepala staf militer Pakistan Asim Munir berbicara langsung dengan Presiden Donald Trump pada hari Minggu kemarin mengenai konflik di kawasan Teluk tersebut. Pejabat senior Pakistan, telah melakukan komunikasi saluran belakang antara Teheran dan utusan Trump Steve Witkoff serta Jared Kushner. Pakistan mengusulkan Islamabad sebagai tempat yang memungkinkan untuk pembicaraan pada awal minggu ini.

Menurut pernyataan dari Kantor Perdana Menteri, Sharif menyampaikan keprihatinan serius atas konflik di kawasan Teluk yang sedang berlangsung. Ia juga menekankan kebutuhan mendesak untuk bekerja sama demi de-eskalasi dan kembali ke jalur dialog dan diplomasi untuk menyelesaikan perbedaan mereka.

Ia menyampaikan belasungkawa atas hilangnya nyawa dan mendoakan pemulihan bagi mereka yang terluka dan mengungsi. Kedua pemimpin juga saling bertukar ucapan selamat Idulfitri dan Nowruz.

Sharif menekankan pentingnya persatuan di dalam barisan umat. Ia juga meyakinkan Pezeshkian bahwa Pakistan akan terus memainkan peran konstruktif dalam memfasilitasi perdamaian regional.

Upaya diplomasi Pakistan menengahi konflik di kawasan Teluk ini, merupakan bagian upaya mediasi yang lebih luas yang melibatkan banyak negara.

Tengahi Konflik di Kawasan Teluk, Sampaikan Pesan Washington dan Teheran

Axios melaporkan, pada hari Senin kemarin tiga negara telah menyampaikan pesan antara Washington dan Teheran selama dua hati terakhir. Ketiga negara tersebut yakni Turki, Mesir, dan Pakistan.

Pejabat senior dari ketiga negara mengadakan pembicaraan terpisah dengan Witkoff dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar juga berbicara dengan Araghchi pada hari Senin, menekankan pentingnya dialog.

Baca Juga : Dampak Konflik Amerika Serikat dan Israel Terhadap Iran Setelah Memasuki Pekan Ketiga

Gencarnya mediasi konflik di kawasan Teluk ini bersamaan dengan pengumuman Trump. Trump telah memerintahkan penundaan lima hari atas rencana serangan terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran. Trump beralasan, penundaan itu lantaran adanya percakapan yang sangat baik dan produktif dengan Teheran.

Media pemerintah Iran membantah adanya negosiasi langsung dengan Washington itu. Meskipun pejabat Iran mengakui bahwa negara-negara regional telah mengajukan inisiatif yang bertujuan untuk mengurangi ketegangan konflik di kawasan Teluk tersebut.

Sebagai informasi, keterlibatan Pakistan membawa urgensi khusus. Negara ini berbatasan langsung dengan Iran dan memiliki populasi Muslim Syiah terbesar kedua setelah negara tetangganya.

Para pejabat telah memperingatkan bahwa Pakistan bisa kehabisan gas alam cair pada bulan April jika pengiriman tetap terganggu. Islamabad juga memiliki pakta pertahanan bersama dengan Arab Saudi yang ditandatangani tahun lalu, yang memberikannya hubungan dengan kedua sisi perpecahan Teluk.

Konflik di kawasan Teluk ini mulai pecah pada 28 Februari 2026 ketika AS dan Israel melancarkan operasi terhadap Iran. Akibat operasi ini, telah menewaskan lebih dari seribu orang dan mengguncang pasar energi global. (cep/trustjabar/R1)

Komentar

0 komentar untuk Tengahi Konflik di Kawasan Teluk, Pakistan Muncul Jadi Mediator Utama Antara AS dan Iran

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.
TrustJabar