Senin, 03 Agustus 2026
Breaking News
Daftar Jadi Bakal Calon Ketua PWI Jawa Barat, Tantan Sulthon Berkomitmen Ini! Pegadaian Jabar dan MES Perkuat Sinergi Dorong Inklusi Keuangan Syariah dan UMKM Pegadaian Kanwil Jabar Salurkan 100 Paket Sembako untuk Lansia di Indramayu, Kenalkan Literasi Digital TRING! Lahan Seluas 7,6 Hektare Disiapkan Pemerintah Kabupaten Bandung Untuk Pembangunan Sekolah Rakyat Kuasa Hukum Kasus YTR di Bandung Minta JPU Perjuangkan Restitusi Korban Partai Golkar Jawa Barat Terus Perkuat Konsolidasi Hingga Akar Rumput HUT Ke-125, Pegadaian Jabar Gelar Khitanan Massal untuk 225 Anak Prasejahtera Tanggapi Respons Komnas Perempuan Soal Kasus YTR di Bandung, Pengacara Korban Minta Hak Restitusi dan Perlindungan Dijamin Jadi Urat Nadi Mobilitas, Warga Nikmati Jalan Beton di Cangkuang-Nagrak-Jatisari Warga Harap CFD di Kabupaten Bandung tak Sekadar Seremonial Daftar Jadi Bakal Calon Ketua PWI Jawa Barat, Tantan Sulthon Berkomitmen Ini! Pegadaian Jabar dan MES Perkuat Sinergi Dorong Inklusi Keuangan Syariah dan UMKM Pegadaian Kanwil Jabar Salurkan 100 Paket Sembako untuk Lansia di Indramayu, Kenalkan Literasi Digital TRING! Lahan Seluas 7,6 Hektare Disiapkan Pemerintah Kabupaten Bandung Untuk Pembangunan Sekolah Rakyat Kuasa Hukum Kasus YTR di Bandung Minta JPU Perjuangkan Restitusi Korban Partai Golkar Jawa Barat Terus Perkuat Konsolidasi Hingga Akar Rumput HUT Ke-125, Pegadaian Jabar Gelar Khitanan Massal untuk 225 Anak Prasejahtera Tanggapi Respons Komnas Perempuan Soal Kasus YTR di Bandung, Pengacara Korban Minta Hak Restitusi dan Perlindungan Dijamin Jadi Urat Nadi Mobilitas, Warga Nikmati Jalan Beton di Cangkuang-Nagrak-Jatisari Warga Harap CFD di Kabupaten Bandung tak Sekadar Seremonial
Serba Serbi
Penulis: Cep 2026-05-21 18:06:00

Bukan Keluarga Beruang, Inilah Fakta Unik Panda Merah yang Menggemaskan

Di balik tingkahnya yang menggemaskan, populasi panda merah di alam liar terus menyusut. Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN) memasukkan panda merah ke dalam status genting atau  endangered.

Bukan Keluarga Beruang, Inilah Fakta Unik Panda Merah yang Menggemaskan

Panda merah, hewan berbulu tebal berdarah Asia ini menyimpan riwayat evolusi unik yang justru menjauhkannya dari keluarga beruang. Foto: ist/net

trustjabar.com - Banyak orang mengira panda merah (Ailurus fulgens) adalah adik kecil dari panda raksasa karena kesamaan nama dan hobi mereka yang gemar mengunyah bambu. Namun, ilmu pengetahuan modern mengungkap cerita yang sama sekali berbeda. Hewan berbulu tebal berdarah Asia ini menyimpan riwayat evolusi unik yang justru menjauhkannya dari keluarga beruang.

Baca Juga : Tanpa Tanah dan Mandiri, Tillandsia Jadi Tanaman Hias Unik yang Diburu Kolektor Bunga

Panda merah memegang status sebagai satu-satunya spesies yang masih hidup dari keluarga ilmiah Ailuridae. Analisis DNA modern membuktikan bahwa garis evolusi mereka terpisah dari kelompok beruang (Ursidae), tempat panda raksasa bernaung. Alih-alih bersepupu dengan beruang, panda merah memiliki hubungan kekerabatan yang jauh lebih dekat dengan kelompok Musteloidea, yang mencakup rakun, cerpelai, dan berang-berang.

“Secara taksonomi, panda merah adalah fosil hidup. Mereka bukan beruang, bukan pula rakun, melainkan anggota tunggal dari keluarga kuno yang berhasil bertahan hidup hingga hari ini," ujar Dr. Angela Glatston, pakar konservasi global sekaligus Ketua Red Panda Network, dikutip dari laman resminya.

Sama seperti panda raksasa, panda merah berevolusi secara unik dengan memiliki struktur pergelangan tangan yang memanjang. Struktur ini berfungsi seperti jempol tambahan (pseudo-thumb). Ciri anatomis ini membantu mereka menggenggam batang bambu dengan sangat stabil saat makan dan memberikan cengkeraman ekstra kuat ketika mereka memanjat pohon.

Secara struktur biologis dan sistem pencernaan, panda merah masuk dalam ordo mamalia karnivora. Namun, entah bagaimana, mereka memilih jalur hidup yang berbeda. Sekitar 98 persen dari menu makanan harian mereka adalah daun dan tunas bambu. Hal itu karena sistem pencernaan panda merah tidak dirancang optimal untuk mengolah serat tumbuhan. Mereka harus mengonsumsi bambu dalam jumlah besar bisa mencapai 30 persen dari berat badan mereka setiap hari hanya untuk mendapatkan energi yang cukup.

Fakta Unik Panda Merah, Makhluk Arboreal Berbuntut Multifungsi

Panda merah menghabiskan sebagian besar hidupnya di atas pohon (arboreal). Mereka memiliki ekor bergaris melingkar yang tebal dan panjangnya bisa menyamai ukuran tubuh mereka sendiri. Ekor ini memiliki dua fungsi krusial, yakni sebagai penyeimbang saat panda merah bermanuver di dahan pohon dan selimut untuk menjaga suhu tubuh tetap hangat saat cuaca ekstrem.

Baca Juga : Mengungkap Fakta Unik Ikan Pari, Predator Laut dengan Kemampuan Deteksi Listrik Mangsa

Di balik tingkahnya yang menggemaskan, populasi panda merah di alam liar terus menyusut. Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN) memasukkan panda merah ke dalam status genting atau  endangered. Hilangnya habitat akibat deforestasi, fragmentasi hutan, dan perburuan liar menjadi ancaman nyata yang mendorong mereka ke jurang kepunahan.

“Kita kehilangan panda merah karena rusaknya koridor hutan tempat mereka mencari makan dan berkembang biak. Menyelamatkan panda merah bukan sekadar menyelamatkan satu spesies lucu, melainkan menjaga keutuhan ekosistem hutan dataran tinggi Himalaya yang menyokong jutaan manusia di bawahnya,” tegas Brian Williams, pendiri Red Panda Network. (cep/trustjabar/R1

Komentar

0 komentar untuk Bukan Keluarga Beruang, Inilah Fakta Unik Panda Merah yang Menggemaskan

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.
TrustJabar